Perjalanan Ke Jakarta.

1 01 2012

PERJALANAN YANG MELELAH KAN.

Bojonegoro 2/1/2012
Siang itu saya tiba-tiba mendadak mendapat telepon dari Pemred Jurnal15 yang bertanya pada saya siap tidak saya berangkat ke Jakarta keperluan hunting Berita.
Dalam hati bertanya Koran lokal tapi Hunting nya sampai Jakarta.dan karena saya wartawan yang semi belajar maka dengan Pemred saya berkata siap, tapi dengan satu sarat ada teman nya.
Ternyata Pemred masih mendampinggi saya,dalam perjalanan saya bertanya dalam hati nanti apa yang saya lakukan biar tidak malu-maluin rombongan.
Dalam perjalanan tak pernah bertanya tugas saya dan tidur saya di mana,karena dalam hati saya, pasti pada waktu nya ada tugas sendiri buat saya.dan akhir nya saya bertiga berangkat dengan naik kereta gumarang yang kelas bisnis, dalam perjalanan saya selalu bertanya dan diskusi kecil dengan pemred.
Yang kami diskusikan ya soal-soal yang kecil,dari penumpang kereta(yang selalu di ekspos media penuh/kekurangan tiket)tapi kenyataan nya masih banyak kursi penumpang yang kosong,sampai diskusi tingkat hunting berita-berita untuk jurnal yang kesulitan materi.
Dari Bojonegoro Jam 18:50 wib sampai Jakarta 07:60 wib,dan kami bertiga langsung meluncur ke matraman yang dekat dengan bebarapa kantor yang akan kami tuju.
Tujuan pertama adalah ke Kantor Pertamina yang berada di Jl Merdeka,dan kita akan menemui Humas nya,dan sebelum berangkat kami rehat dan diskusi kecil soal migas dan seputar persoalan di blok nona.
Setelah habis diskusi kami bertiga langsung meluncur ke Pertamina,dan tanpa ada janjian dulu,dan ternyata Humas yang kiranya saya temui ternyata tidak berada di tempat (ada tugas kantor ke daerah Cilacap,keterangan resepcionis kantor)dan akhir nya saya bertiga kembali ke hotel,dalam perjalanan ke hotel saya mencoba kontak dengan sahabat yang ada di Bidhakara.(asli warga Bojonegoro),dan akhirnya bisa nyambung dan siap ketemu.
Dari pertemuan ini kami mendapat gambaran yang luar biasa tentang Bojonegoro ke depan dan Bojonegoro yang dulu(semalam penuh diskusi tentang Bojonegoro).
Dari soal anggaran yang tidak turun sampai tingkah polah para pengambil kebijakan yang selalu bermain sendiri dalam mencari anggaran di Jakarta.(Mustaqim)

Bersambung.

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: