HARI IBU

22 12 2011

WANITA TUNA SUSILA BANJAR SARI MEMPERINGATI HARI IBU
Bojonegoro 22/12/2011.
Tidak biasanya hari itu,Ibu-ibu yang beragam bercampur jadi satu ada yang usia lanjut maupun muda,nampak banget dari raut pandangan nya hari itu wanita-wanita itu tak takut lagi dengan beberapa aparat Kepolisian yang berseragam coklat yang menjaga acara Hari itu.
Sumini 42 tahun yang dari Kediri mengatakan pada jurnal 15,dia Berprofesi menjadi wanita susila sudah lebih dari 23 Tahun,dia sekarang berusia 42 Tahun,dia di Banjar sari sudah lebih dari 10 tahun,sebelum nya dia bekerja jadi Wts dari kota-ke kota lain dia ibu rumah tanga.
Dia dari Kediri dan 2 anak dari perkawinan yang pertama,dia sangat senang apa bila Pemerintah memang benar-benar mau meperhatikan pada nasib-nasib para wanita tuna susila yang di Banjarsari,tidak di takuti oleh Operasi-operasi ujar nya di acara ,Menjaga Kesehatan di Hari ibu Bersama LSM koalisi Perempuan Indonesia(KPI).
Dalam acara itu LSM Koalisi Perempuan Indonesia(KPI) yang di ketuai Nafidathul hilma mengtakan,saat nya para ibu-ibu yang bekerja di Lokalisasi ini berani melakukan dalam mencari dan meminta Hak-Hak nya ke pada Pemerintah sebagai perempuan,sebagai Perempuan saya prihatin melihat ibu-ibu yang di pandang hina ,andai Pemerintah Bertangung jawab terhadap nasib kita mungkin anda tidak akan melakukan pekerjaan yang hina ini .bila pemerintah peduli terhadap Hak-Hak Perempuan saya kira anda tak akan berada di sini,maka itu kami meminta kelak hari, kita melakukan pertemuan lagi di Gedung DPRD Bojonegoro untuk mempertanyakan nasib kita pada Pemerintah Bojonegoro anda setuju,dan di sambut serentak oleh beberapa ibu2 undangan yang hadir ,setuju.
Dalam acara itu juga di hadiri Ketua komisi C Muhammad fauzan,dia mengatakan pada Jurnal15,ini memang kotoran tapi bagimanpun dia juga manusia yang wajib di lindungi Hak-Hak nya,dan pihak Pemkab dan DPRD Bojonegoro siap memfasilitasi nya,seandainya kotoran itu buruk, bagaimana kotoran itu bisa menjadi baik dan bermanfaat buat Masyarakat banyak,maka itu dia menandaskan memang ini illegal, tapi bagaimana Masyarakat ini tidak tergangu,dia siap bila para wanita-wnita tuna susila itu minta untuk di jembatani terhadap dengan Pemerintah,solusi nya bagaimana Pemerintah Daerah punya kemauan merubah Regulasi-regulasi Perda yang menjadikannya tak terurus,kalau Pemkab Bojongoro mau melegalkan tidak persoalan,toh di Surabaya juga ada dolli yang dibina oleh Daerah.ujar nya pasca dialog dengan beberapa wanita tuna susila.
Dan ibu Koswarini dari PLKB yang di bawah naungan BPPKBB (Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana)Bojonegoro, mengatakan ibu-ibu yang ada di Lokalisasi kalisari Desa Banjarsari,wajib men jaga kesehatan nya dan perlu ada Sosalisasi kontinyu tentang bahya nya penyakit kelamin,atau jika perlu di kompleks itu perlu ada Pos kesehatan yang on time.
Dan secara terpisah kepala desa Banjarsari,Fris M Hidayad mengatakan,dia kurang sependapat apa yang dikatakan Ketua Komisi C, M Fauzan.Bahwa mereka itu sangat mengangu sekali dengan keberadaan nya di Banjarsari,tapi bagaimana lagi walau Pemerintah Daerah sudah menutup nya pada tahun 1995,mereka masih bertahan,dan dia menandaskan ulang bahwa pihak Desa tak pernah memungut mereka selam di Lokalisasi,tapi Desa hanya membina mereka lewat RT-RT setempat,jadi kalau Pemerintah ingin melegalkan dia memohon jangan di Banjarsari,entah nanti Pemerintah Daerah mau menaruh dimana terserah,yang jelas kami selaku Kepala desa meminta untuk benar-benar mereka di berdayakan.
Kasi Trantib Satpol PP Miki,membenarkan kalau Lokalisasi Kalisari pada Tahun 1995 sudah di tutup oleh Pemkab Bojonegoro berdasarkan Perda nomer 08/2003 tentang Pembrantasan Prostitusi ujar nya.
Pada acara itu juga ,wanita wanita tuna susila dan mucikari nya juga membagikan kondom dan souvenir kepada warga Komplek dan pengunjung Kalisarari.(Mustaqim)

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: