Dua otak berbeda tapi satu visi.

12 12 2011

Ketika tangan kita terborgol ke adaan, kita masih bisa tertawa karena masih ada waktu..

Ketika nurani banyak yang di beli ,kita masih tetap semangat dalam eksitensi tinta-tinta emas…

Ketika semua menatap sebelah mata,kita kepal kan tangandemi satu perubahan..

Ketika kita tahu tembok yang begitu besar,kita tetap rapat kan barisan demi satu perubahan..

“otak kita sekecil tahi kucing angora,tapi semangat bertahan dan berjuang kita segede merapi”

(Mustaqim)

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: