Nyanyian si Jaeman ….1986

12 11 2011

Diantara lafal lafal merdu sang khoriq…
aku tinggal kan tempat yang menggodok ku,
ku susuri jalan yang panjang,dan bernanah….

ternyata belajar untuk surga dan dunia itu butuh biaya…..
“ngaji iku butuh bondo le” kata kata itu yang masih tergiang di telinga ini…
getir,kecewa,dendam dan putus asa serta malu pada orang tua serta tetangga,
perang di hati……

Di atas senja ku pamit pada sang romo yai…………
ku tingal kan kebersamaan yang mulai terbangun walau di kamar yang kecil kecil tapi ber ilmu,nasi liwet minum air intip nasi,smua jadi kenagan di hati….

Ku mulai merenda hari- hari yang tak pernah terlintas , sebelum nya kelak jadi apa…
gemuruh kenalpot bus-bus,membuka angan ku untuk bertahan hidup…
Bangku-bangku peron jadi kasur yang nyaman hari-hari dan malam ku..
Tiap hari yang ku lihat,ku rasa, dan ku alami Jauh dari yang aku rasakan, ketika aku di surau Ketika bentak an sang ustadz untuk menghafal ,kitab kitab kuning yang di ajarkan sang ustadz…

Pecah tangis ketika orang tua ku mencari di,persingahan yang tak pernah dia mengerti.
Seakan dia protes dengan keadaan nya,serta menyesal apa yang pernah dia tanam kan di otak ku….
Baju lusuh,celana kotor, sarung sobek pemandangan yang melekat di tubuh ku..
Dia memaksa bertanya penuh selidik ,benar kah aku gila.
ha ha ha ha ….aku hanya terawa di dada.
jawab ku dalam hati” semua ini keadan yang memaksaku pak, bu.”ujar dalam hati.

Tangan yang lembut penuh kasih itu menuntun ku pulang di persingahan yang ber aroma pedesaan,yang masih gelap gulita.
Walau sekitar rumah ku terang benderang lampu neon.
Sampai di rumah air kembang,serta kerumunan orang desa,penuh heran dan bertanya,mencibir.
Menghina menusuk telinggaku ” Anak e wong gak gablek aee reko-reko di pondok ne..” Ujar mereka..

Ibu membisiki telingga ku……'”Jangan kau dengar celotehan orang-orang itu nak”persis di telinga ku yang berdebu,halus dan mendamai kan hati ku.
Setelah air mawar yang membersih kan tubuh serta jiwa ku.
Ku tenggadahkan kepalaku,ku tatap sang awan dan ku ber sumpah dalam hati..

Ku akan bangkit, dan aku akan menyumpal mulut-mulut mereka .
Tuk berkata memuji ku,dan keluargaku kelak
dengan segala cara ku.

Pagi yang masih kecil ku tinggal kan rumah bambu ku,desa yang becek tak ada harapan,
dan se pucuk surat buat orang tua ku ku taruh di atas Al qur’an Bapak ku.

Ku tak akan pulang ke rumah, sebelum aku bisa menikahi anak sang raja.
Dan membahagiakan orang tuaku pak,Doakan kepergian ku ini pak.
Dan desa masih pagi dan terjadilah gaduh tiap warung-warung desa,jaeman mingat lagi.
Dalam hati kelak aku akan membuat orang-orang itu jadi bertanya-tanya.

Dan bikin gaduh gosip-gosip ibu-ibu se desa,”Si jaeman kerja apa, kok tiba-tiba berubah jadi kaya”,Dan biarkan mereka mati bertanya-tanya dalam hati ku sebagai penyemangat aku berjalan langkah kan kaki ku meningalkan Desa ku.

BERSAMBUNG…….1

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: