Nyanyian Si Jaeman ..1986

12 11 2011

Dedaunan bambu yang di petang itu saling bergesekan jadi sebuh simponi yang sah du,kadang kala keras kadang kala pelan menggikuti irama sang bayu mengawal sang senja…
pori-pori yang perih terasa menjerit di terpaan sang bayu yang menyapa,mengabar kan sebentar lagi hujan….
Jaeman masih termenung di sudut pojok Rumah nya menikmati senja sambil mengamati anak-anak ayam yang mengikuti sang induk mencari petarangan nya…

Di basuh lah luka nya yang makin mulai mengering,satu demi satu,perih pedih melekat di sungsum dan pori-pori….”ndang manggan-mangan konou loohhh,sandek-sandek olo kok nok njobo” ujar sang ibu ke jaeman.
Mengingat kan jaeman se harian yang belum makan dan hanya meratapi nasib nya,seribu diam dia masih mengunci mulut nya untuk berterus terang apa yang pernah di alami nya….

saat makan pun jaeman di kejar-kejar pertanyaan sang ibu ….”jan-jan ne rai mu benggep kenek opo?sopo sing nganu? kok sampeik ngunu kuwi opo sing tok alami..” ujar sang ibu penuh selidik saat jaeman mulai menggisi perut nya….
dan jaeman tetap tak bergeming,dan tetap mengunci rapat mulut nya dan tak mungkin berkata- kata apa yang pernah dia lakukan….

gema magrib bertalu-talu dari samping rumah jaeman,ayah nya yang baru datang dengan beberapa ekor kambing yang di masuk kan ke kandang,legam hitam kulit nya dan dan tegas wajah nya berkelebat di depan jaeman…”ndang-ndang adhus kunu ndang nung langgar, ndang magriban,pe dadi opo kowe sok mben ?” ujar sang ayah menggingat kan jaeman,ketika habis makan dan masih menikmati sebatang rokok di teras rumah di kala petang itu datang…

dalam hati jaeman teriris-iris melihat kenyataan sekitarnya,harus kah dia tetap diam terpaku terus…
dan mulai menipis uang nya,sisa penjualan rongsokan itu,dan beberapa undangan manten,tiap hari datang di kala sang teman mengakiri masa lajang…

pagi mulai menjemput dan di langkah kan kaki jaeman di sebuah rumah yang penuh sesak orang-orang desa. yang sebelum beraktifitas pergi ke sawah,di pesan lah satu cangkir kopi khotok pada yu ngatemah pangilan si penjual kopi.banyak yang beranya tanya kapan jaeman datang,lama kok engak pulang,dan banyak pula yang bertanya kenapa wajah nya kok sampai lebam semua dan jaeman tetap terdiam….

Dan berita miring pun berseliweran tentang jaeman di desa,ada yang bilang habis nyopet ketangkap,ada yang bilang habis maling ketangkap terus di gebukin.jaeman makin salah tingkah mendengar berita yang mirin menyudut kan diri nya…..
di sudut rumah bambu itu hati jaeman teriris-iris tapi tetap membisu,dalam hati tuhan adil kenapa semua itu harus menimpanya…
di lihat nya anak ayam yang terpisah dari induk nya,asik mengais-mngais makan di sela-sela rumput yang mulai mengering.di benak nya jaeman kalau ayam bisa mengais cari makan terpisah dari induk nya,kenapa sampai detik ini dia masih terpaku di rumah yang reot ini…?

di gengam nya ambisi di hati nya,di simpan dalm cita-citnya yang untuk mejar mimpi yang masih tertutup…

aku harus bisa jadi harimau di kandang bukan ular….
aku harus jadi petromak bukan ublik…
aku harus jadi bintang yang setia dengan langit nya…
aku harus bisa jadi mutiara,walau keadaan yang memasung tuk mengapai nya..

hanya hati iklas dan nawaitu serta keyakinan, yang akan menghantar kan takdir dan menjawab semua nya pertanyaan sang khalik yang tersembunyi pada jiwa ini…….

tanpa terasa hari demi hari luka jaeman mulai sembuh dan normal layak nya manusia pada umum nya…
gelembung asap dan secangkir kopi kothok membungkus memori si jaeman….
akal,otak hati,pikiran dan sejuta ambisi dia tancap kan di sebuah dusun untuk mengali apa yang akan terjadi kelak…..??????

BERSAMBUNG …….8

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: