Nyanyian Si Jaeman..1986

12 11 2011

Siang yang makin menajam kan pedang nya jaeman tertatih-tatih susuri lorong belakang terminal,
menuju sebuah warung yang biasa jaeman mengais sisa-sisa es batu,yang bila mana dia jualan minuman dingin.orang-orang se kota mengenal warung bakso yang paling terkenal di satu kota itu…….
di sapa nya si karyawan yang lama dia kenal dan akrab “kang aku njaluk mbakso semangkok se keisuk aku durung manggan kang,aku tapi gak nduwe duwet” di utarakan maksud hati nya minta semangko bakso untuk menganjal usus nya yang sejak pagi kerongkongan tak ada isi nya….

dan dengan rendah hati dan amat kasian,di spodorkan lah satu mangkok bakso yang masih panas ke pada si jaeman….
dengan lahap satu mangkuk bakso di lahap oleh jaeman,dan terasa di hati nya gerimis menangis kecil,ternyata di dunia ini masih ada hati yang mulia dan peduli pada diri nya…
dengan maksud rasa berterima kasih jaeman membantu mencucikan beberapa mangkuk,tapi di tolak oleh beberapa karyawan warung bakso itu…..

di langkah kan kaki nya jaeman se usai makan bakso dia kembali ke rumah kardusnnya…..
di hati nya bertanya apa yang di lakukan dengan kepala,tubuh nya yang remuk redam terluka…?!
yang di otak nya hanya berpikir dia harus pulang ke desa sementara, untuk memulih kan lukanya..
dan harus punya uang,di depan nya tinggal ada se ongok rongsok an botol-botol bekas,dan kardus-kardus yang tertumpuk….

maka dengan cekatan jaeman mengambil beberapa glangsi yang kemarin-kemarin sudah di persiapkan…
dan di maksukan beberapa botol-botl bekas itu,di kaisnya tanpa tersisa yang tertingal dan kardus yang sudah di tali di tata sedemekian juga…………
di hampiri kawan nya yang biasa narik becak,maka tawar menawar harga sewa becak jaeman mengambil becak yang sudah siap untuk jual rongsok an….

siang yang panas itu jaeman susuri jalan raya dengan muka pedih…
di kayuh nya becak yang penuh dengan rongsok an nya….
halaman yang luas yang penuh dengan rongsok an telah di masuki jaeman dengan becak nya…
di timbang lah beberapa glangsi rongsokan itu,dan beberapa tumpuk kardus bekas, dan ternyata setelah di total jumlah nominal uang yang harus di terima jaeman,Rp 23500.00 nada lega campur bahagia nampak di muka jaeman setelah penganti uang nya yang telah hilang ke mana……….

siang telah menjemput sore jaeman mulai berkemas untuk pulang ke rumah desa nya sementara…
dengan penuh rasa malu dengan beberapa teman nya asongan,pengamen,tukang becak dan kernet bus. jaeman sibakan rasa malu di hati nya karena wajah nya yang remuk redam…..

dengan naik metromini jaeman langkah kan kaki nya ke kampung halaman nuya….
di antar sang petang memangku sang malam tiap kerikil yang di pijak jaeman terasa ,seperti tersenyum mendengar gesekan sandal bututnya jaeman……….

BERSAMBUNG…7

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: