Nyanyian Si Jaeman…1986

12 11 2011

Gema ashar sore itu,lembayung senja telah menguning di awan…..
satu jam kemudian langit mendung ,awan berarak-arakan mengumpal dari arah tengara,
dan dari arah barat mengumpal satu di satu titik……
sore yang panas,dan riuh rianya beberapa penumpang yang di dalam bus antar provinsi dalam kota, yang tak ber ac mengumpat -umpat,memaki rasa panas nya pengap sang bus….
dan tanpa terasa langit gelap gulita dan sang hujan pun tumpah ruah……

oooooo ya ooo ya bongkar…….
oooooooya ooo..ya bongkar’……

sepenggal reff lagu yang jaeman nyanyikan bersama teman nya di dalam bus yang penuh sesak,
itu harus tak bersuara,karena jaeman sang vokalis nya harus lari terpontang panting…
menyelamat kan baju-baju nya, yang satu siang dia jemur di belakang terminal samping rumah kardus nya…..

dan teman-teman jaeman,mengatikan posisi jaeman untuk menarik di tiap tiap bangku penumpang,
beberapa keping imbal jasa menghibur sesaat……
di belakang terminal jaeman asyik berjibaku,menyelamatkan cucian pakaianya yang mulai mengering….
dengan nafas terenggah engah,di sandar kan pantat nya di antara rongsokan dan rumah kardus nya..
menghindari serangan yang ber tubu tubi sang hujan……

Gema mangrib mengumandang……..
tanpa terasa hujan pun mulai mereda dengan serangan nya,sang penjual malam di lesehan terminal mulai datang dan gelar dagangan nya,dan tanpa di suruh jaeman dengan cekatan jaeman memangul…
serinjing lontong dangangan menurunkan dari atas becak….
membantu yu darmi yang biasa tiap sore menjajakan lontong cecek di peron terminal…

dia antara ketiak- ketiak penumpang yang petang itu menikmati lontong cecek yu darmi,jaiman asyik juga menikmati se takir lontong cecek suguhan yu darmi sebagai rasa balas jasa jaeman yang membantunya….

dan petang beranjak malam…..
para cakri-cakri…mulai merapat kan barisan nya,yang tidak punya rumah…..
belakang terminal pun jadi istana…..
bangku peron teminal pun jadi ranjam yang nyaman….

malam itu tanpa terasa jaeman kelelahan……
tidak sempat lagi dia menghitung lagi…
mencatat apa yang akan di lakukan….
dan besok akan yang di perbuat lagi…

debu-debu sang peron membungkus mimpi nya…
sang penumpang hanya terdiam di sudut pojok terminal..
melihat kenyataan yang begitu pahit…
dan nikmat nya mimpi itu ….
dia tak merasakan ada yang yang hilang dari nya….
ada yang di rampas dari keringat nya……

BERSAMBUNG………5

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: