Nyanyian Si jaeman ..1986

12 11 2011

Di saat orang-orang asik memadu kasih di antara sinar sang bintang,
jaeman harus terbangun….dari dingin nya sang embun dan menghindar
dari desahan air hujan yang se sore membasahi telaga-telaga kesepian….

di langkahkan kakinya diantara comberan air dan ongokan barang bekasnya…
beberapa para cakri-cakri memenuhi peron,ada yang di bangku-bangku,ada yang bermain gaple,
dan ada yang mendengkur merajut mimpi-mimpi nya di antara pantat nya sang penumpang yang ke malaman..

kernet-kernat dan sopir colt lowo malam itu memeras keringatnya ketika bus kota antar provinsi,
yang datang terlambat…berebut adu celoteh dengan tukang ojek tiba-tiba…terjadi bak,bik buk di antara kegelapan malam itu ….ramai gundah laksana seisi terminal dalam kota akan terbakar dan mau kiamat…

di sudut pojok terminal se seorang sudah berdarah-darah,memegang kepalanya…
ramai gosip di kolong-kolong bus,kolong-kolong bangku-bangku peron,dan se isi kota memberitakan nya…..dengan judul aparat balas dendam…..

pagi itu sang surya mengintip dari kaca spion bus yng antri penumpang,jaeman terbangun bentakan sang kernet dri seper empat kantuk nya di bangku penumpang…
di ambil nya koran yang datang pagi itu,lincah langkah kaki-kakinya,dan masih bertelanjang dada karena semalaman air langit membasahi baju dan kulit nya,dengan cekatan tangan nya membopong puluhan koran laksana membopong sang mimpi yang tertutup pintu nya.celoteh jaeman nyerocos mengabar kan isi dunia,nyercos nya mengalah kan presenter pemandu-pemandu berita di tv..

pagi beranjak menuju siang,di gengam lah kepingan-kepingan hasil keringat jual koran…
melangkalah kakinya untuk menata istana kardus nya yang ter sapu air hujan.
dengan seutas tali,baju yang sedidikit basah di bentangkan lah di antar pedang nya sang surya,di balik pelepah daun -daun pisang yang melambai di pagi hari…

masih ada tersisa sepotong harapan yang bisa membungkus dadanya yang dekil..
masih ada tersisa sepotong celana yang bisa menutup aurhot nya..

dengan percaya diri sang jaeman melangkah,walau muka nya belum tersapu air ponten umum.
dia langkah kan kaki nya menuju bidak nya sang bos mnuman ,untuk menganti barang-barang yang kemarin lusa ,tersapu kecelakan nasib nya….

dengan menahan lapar pagi itu,jaeman harus menahan sementara…
dengan hasil pagi itu tergantilah termos yang dia pecahkan,dan serta kekurangan setoran minuman kemarin lusa…

sang jaeman termenung,di sudut pojok terminal….
di bawah rindangnya sang mahoni,di antara lalu lalang penumpang…
anak-anak sekolah seragam abu-abu mulai menenteng harapan nya…
mengejar cita cita nya…..
dan jaeman terasa terpuruk hati dan perasan nya ketika melihat kenyatan yang begitu pahit nya….
angan nya semakin melayang……

BERSAMBUNG….4

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: