Nyanyian Si Jaeman 1986.

12 11 2011

Pagi nampak kan taring nya di antara pucuk- pucuk pelepah daun- daun pisang yang di pinggir pondok bambu ali mudji, di pingir bengawan solo yang mulai tajam kan air nya.orang-orang kampung yang berada di kota semua pada siaga karena air bengawan sudah nampak muka air nya. tidak luput keluarga si ali mudji yang rumah nya di bantaran bengawan solo.
Pagi itu keluarga ali mudji bergotong -royong menaikan barang- barang yang di bawah, mengantisipasi kemungkinan banjir bengawan solo seperti tahun- tahun yang lalu….

Setelah barang- barang naik,ali mudji langsung berangkat ke kios nya terminal rajekwesi, dan jaeman yang masih asik membantu si ali adik nya ali muji yang juga menaikan barang- barangnya juga pagi itu di hampiri nya…
” man mengko nak wes bar ndang nyusul nang terminal, jo lali mbek ngowo kresek gae siso pakan bebek” ujar nya pada jaeman, yang sibuk membantu ali menaikan barang-barang.memang ali mudji selain jualan di terminal ali mudji juga peternak bebek dan mentok, serta ayam..makan nya ternak di ambil kan dari sisa-sisa makanan di terminal, dari buangan warung-warung makanan di terminal.

Siang yang beranjak menyapa kepala setiap insan, dan jaeman siang itu langkah kan kakinya menuju terminal yang tidak jauh dari rumah si ali mudji.sampai di terminal dia harus memilih beberapa dagangan yang harus di jual di atas bis kota ,antar kota dalam provinsi. jual minuman dingin atau jual tisu?? sama tepas, atau permen sacetan???. dengan pertimbangan cuaca yang panas jaeman memilih jualan minuman dingin.ketika langkah nya di mulai naik bis sambil menenteng teremos minuman dingin, jaeman teringat masa lalu.dia waktu pertama kali jualan di bis kota pernah terjatuh karena salah turun kakinya.

Senja telah menjemput dan saat nya pulang ke peraduan, rupiah demi rupiah telah di raih jaeman seharian di gerbong bis kota antar kota dalam provinsi.rasa lelah bergelayud dan tanpa sadar jaeman tertidur pulas di sebuah amben yang mulai usang , padahal sore itu dia belum mandi namun rasa capek itu, telah membukus nya untuk tertidur..
Tiba- tiba sesosok parti hadir di hadapan nya jaeman.dengan mengenakan gaun yang seperti bidadari bertelanjang hanya selendang di pundak nya.putih mulus tubuh nya ,harum mewangi kulit nya.mendatangi jaeman minta untuk di rengkuh tubuh nya yang telanjang, jaeman tak bisa berbuat apa- apa. matanya hanya melotot di antara alam kesadaran nya.dan ketika parti mendekat tiba- tiba jaeman terbangun dari mimpi nya. karena si ali adik nya ali maudji membangun kan nya” heehh cukk ndang tanggi adus_adus kunu loh, sandek- sandek olo kok turu…” ujar nya penuh kasar pada jaeman.

Rasa emosi di tahan jaeman, karena dirinya di situ dia hanya numpang hidup…..
gema adzan telah berlalu lima menit yang lalu, di langkah kan kakinya jaeman ke sebuah tempat mandi yang terbuat dari gentong tanah liat, dan bertutupkan plastik terpal se adanya di belakang rumah si ali…

malam terus beranjak,angin sepoi- sepoi bergesekan pelepah daun-daun pisang.
dan tiba- tiba gerimis telah menyapu kulit nya jaeman yang se menjak se habis mandi asik termenung di halaman rumah…
rasa kantuk tak datang lagi dan angan jaeman makin membuncah tentang arti mimpi yang petang tadi meng hampiri nya…..

BERSAMBUNG……………16

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: