Nyanyian Si Jaeman 1986.

12 11 2011

Malam kembali membungkus malam nya ,rinai gerimis dan desahan daun-daun bambu mendesah iris kalbu yang hampa, yang merengut rasa asmara.
suara jangkri-jangkrik dan hewan melata iringi malam selaksa sebuah simponi.Jaeman makin gelisah di atas pembaringan nya,memuncak kalbu nya sebel,dendam, benci bergelayud jadi satu di hati nya.
Bantal yang lusuh itu seandainya bisa bicara, dan bisa berbuat sesuatu mungkin muka jaeman di tampar karena kecapekan di bolak balik tangan jaeman.kejadian kemarin mengungkap, perih, pedih isi hatinya. si parti ternyata menolak cinta nya.cinta yang di hatinya sudah membutakan diri nya, namun penolakan itu tak akan membuat dia putus asa.dalam hati nya diri nya segera beranjak dari sebuah desa kelahiran nya, untuk menghindari sebuah malu yang berkepanjangan.. ..

Dan malam itu juga hati jaeman membuat keputusan dia harus keluar dari desa.dan entah episode yang akan datang seperti apa.gagasan nya pergi ke kota lagi di sampai kan pada bapak- ibu jaeman, dan bapak- ibu jaeman, mempersilah kan apa yang terbaik buat dia.dan lega hati jaeman setelah apa yang dia ungkap pada orang tua nya di terima dngan baik..

Di pagi yang buta jaeman pergi lagi ke kota, yang ada di otak nya hanya di terminal lama yang dia singgahi atau ke surabaya.??!!
dengan berbekal uang dari ibunya jaeman pergi kekota…
sesampai di terminal, dia duduk di bangku peron. bangku peron itu terlalu banyak kenagan, di edarkan matanya ke toliet umum, disana dia. jaeman menemukan bayangan masa lalu nya,yang begitu perih dan memalukan nya…tiba-tiba dari arah mushola dia sapa boss nya asongan dulu..” man suwe gak tau kethok nok ndi wae..”ujar ali mudji si mantan boss nya.” nang omah boss “ujar nya singakat dan basa basi sejenak.
Di utarakan maksud dan tujuan nya pergi ke kota lagi pada ali mudji juragan asongan di terminal itu.
maka hari itu juga ali mudji menawari jaeman untuk singah di rumah nya saja, asal dia mau kerja di diri nya kembali.dan tanpa pikir panjang jaeman dari pada seperti bulan kemarin, yang begitu susah payah bekerja tak ada hasil nya. karena uang simpenan nya di curi sesama cakri, senasib seperjuangan yang tidak punya tempat tinggal namun tega pada diri nya.
Sore itu jaeman di ajak ke rumah ke ali muji yang letak dari terminal juga tidak jauh dari terminal dia buka usaha .walau rumah nya kecil dan di pinggir bengawan tapi sangat damai,dan anak- anak ali mudji masih kecil-kecil ada 3 orang dua laki-laki satu perempuan. dan se orang ibunya yang di rumah sendiri. dan adik- adik nya juga sudah ada tempat sendiri.dan jaeman di tempat kan di kamar campur adik nya .adik nya juga bernama ali tapi perawakan kecil seperti orang yang kencentet.namun prilaku dan pikiran nya dewasa, dari sekolah sampai beli jajan dia cari sendiri jadi asonagan.” man melu aku sedelok , nang omahe RT ” ujar ali mudji pada jaeman malam itu.

Dan malm itu dan seterus nya jaeman sudah dapat tempat persingahan.
namun angan nya masih tergiang- giang,dan teringat dengan wajah si parti….
dan rasa kantuk pun membungkus jiwa jaeman yang resah dan gelisah itu di persingahan yang baru…….

BERSAMBUNG ……..15

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: