Nyanyian Si Jaeman 1986.

12 11 2011

Malam itu tidak seperti biasa nya desah dedaunan bambu mententeramkan jaeman,bintang-bintang bertaburan di permadani yang biru mengantung. sang awan dan rembulan yang baru separo menyembul kan sinar di balik sang mendung…..
Anak-anak kecil berlarian main gobak sodor di halaman depan rumah, dan para orang tua asik bercengkerama di hamparan rumput halaman depan rumah menikmati sang malam…

Jaeman rebahkan kepala nya di atas rerumputan yang hangat,matanya menerawang di atas cakrawala…
desah nafas nya memangil-mangil nama se seorang nama gadis,detak jantung nya berdegub kencang laksana membawa beban satu kuwintal padi yang basah…

Dipeluknya bayangan itu di dinding hati nya,di kulum lah gemulai langkah yang idah itu…
dibelai senyumnya yang sangat mempesona dalam kalbunya…
namun bayangan semua itu sirna seketika, ketika dia bertanya dalam hatinya sendiri. siapa parti dan siapa jaeman……

Yaaahhhhhh……Parti si gadis yang cantik itu tiba-tiba menyelinap di relung hati jaeman…
malam itu jaeman gelisah setengah mati, rasa hatinya galau.seandainya tuhan mengijinkan dia ingin titip salam buat si parti mohon di sampaikan di dalam tidurnya…..

Malam beranjak semakin malam jaeman masih tertelungkup di halaman rumah,sementara sang bulan sudah tak di edar kan senyum nya llagi…
sang ibu bangunkan jaeman agar jaeman lekas pindah dari tempat tidur nya, karena angin malam mulai tak bersahabat lagi…

Sang kokok ayam sang petarung, mulai teriakan suaranya pertanda sang pagi telah tiba, ternak-ternak yang di kandang pun mulai goyah kantuk nya.lalu lalang ibu-ibu yang mulai berangkat ke pasar mulai mengeliat langkah kan kaki nya.serinjing dan segelangsi hasil di sawah tadi siang mulai di kemas…….

Di pojok kamar jaeman sang ibu membangunkan nya “lee….engko nak sarapan kari yambel touk, sangune sekolah adik em nang telapa’an, satusan dieng yoooo…!!!!” ujar sang ibunya jaeman.
sang ibu yang tiap hari nya berangkat ke pasar jualan bibit lombok di pasar desa yang tak jauh dari desa. mata yang masih mengantuk jeaman hanya jawab sebisa nya…

Mentari pagi sapa ramah pada insan nya,jeman terbangun yang kedua karena dua adik nya yang minta uang saku yang di titipkan sang ibu tadi pagi gelap……
di edarkan pandangan nya di sekitar,nampak halaman rumah sudah terang benderang ramai gunjing sang tetangga yang sibuk memasakan swaminya mulai gaduh di teras rumah dan di dapur-dapur…

Dan jaeman mulai teringat hari itu dia harus lekas ke jubung lek pardi menunaikan tugas nya….
dan bergegas lah jaeman ke jubung lek pardi penuh semangat, dalam hati nya semoga nanti siang diri nya bisa bertemu si parti kembali……………..

BERSAMBUNG……………11

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: