Kapitalis…??

12 11 2011

Kata kata kapitalis selalu jadi bahan ejekan bila aksi buruh mengema (may day),orang awam pun Selalu bertanya-tanya Kapitalis itu apa sih?apa Semacam orang yang mengeluarkan Kapital (modal)dan di belanjakan semua kebutuhan dan di jual lagi? Apa semacam Rentenir yang mengeluarkan uang, setengah Modal nya.
Tapi labanya lebih dari setengah ?.

Atau semacam Bis kota yang lalu lalang Bandung Parahyangan.
Dan semua pedagang kaki lima naik semua menawarkan segala dagangan nya,campur pengamen, campur pengemis, dan Seniman yang cari rejeki.
Sopir dan kernet ya tak menghiraukan..?

Atau Semacam bos koran,yang Wartawan nya harus cari sensasi berita yang heboh biar Oplah nya agar laris manis.
Kalau tidak ada berita yang hot news Wartawan nya pun harus bikin sensasi biar jadi berita ?.

Atau semacam seperti PKL yang menjamur di atas trotoar yang selalu di kejar-kejar Pemerintah (trantib/satpol PP) padahal dia di tarik Retrebusi..
Berarti Pemerintah juga Kapitalis dong, karena dia selalu itung-itungan untung rugi,walau untuk Rakyat nya di tingal dan tak di pelihara.
Mesti nya Pemerintah selalu melindungi rakyat nya, karena Mereka tiap hari menarik Retrebusi/Pajak dan sebagainya.
Walau final nya Hitung-hitungan di DPR.!DPR kan juga aleg Pemerintah juga.

Apakah salah kalau selama ini Rakyat selalu mengangap Pemerintah tak bertangung jawab terhadap rakyat nya..?
Sebab saya mengangap Kapitalis itu pemodal yang mengeluar kan modal untuk sebuah produksi.
Dan bekerja nya hitung-hitungan untung dan rugi.
Salah satu contohTengkulak
Tengkulak harus mengeluarkan uang dulu,dan merendah kan barang yang di beli dari pertanian/rekanan nya (walau itu merugikan petani/rekanan nya) dan di jual di pasaran yang lebih tinggi agar mencukupi biaya/cost nya.

Rentenir.

Rentenir harus giat merayu nasabah nya,dengan iming-iming cicilanya (biasanya di lakukan dealer kredit/Bpr/Bank2,leasieng) bunga yang rendah,tapi bila di hitung dengan seksama maka akan mencekik lisers (konsument),tapi konsumen tak terasa.

Pabrik.

Pabrik akan selalu mengacu pada Cost produksi nya, dalam pengupahan nya pada buruh nya dengan regulasi-regulasi pemerintah.Dan mengacu pada regulasi pemerintah dengan (outcourching/UU Tenaga kerja) walau itu merugikan kan buruh.

PKL

PKL bagi saya juga saya angap Kapitalis,karena mereka juga membuka usaha dengan modal,walau toh dia selalu terbatasi oleh pemerintah dengan payung hukum yang merugikan dia(PERDA).

PEMERINTAH.

Pemerintah selama ini bila saya mengamati konsepnya dalam membangun kedaerahan nya, selalu mengeluarkan modal dulu,untuk menarik KAPITALIS/INVESTOR (walau toh banyak yang di korup) agar menanamkan modal nya, akan tetapi bila itu terjadi benar kenapa pemerintah masih merugi ?.
Ternyata pemerintah selalu Mengeluarkan modal/angaran untuk sebuah pembangunan..
Ternyata habis uang nya (uang)hanya untuk sebuah angaran-angaran yang tak jelas,dan selalu mengatas nama kan rakyat dan pembangunan.
Pemerintah mengeluarkan angaran hanya untuk membeli-membeli sebuah produk .(UNDANG-UNDANG YANG DI GEDOK LEGESLATIF/ EKSKUTIF) .

Yang konon kata nya tujuan nya untuk menyejahterakan rakyat nya, tetapi kenyataanya di lapangan UU itu hanya menguntungkan Investor,merugikan pengusaha kecil/rakyat kecil..
Berarti ada istilah Jeruk makan jeruk bukan isapaan jempol belaka.
Kapitalis makan Kapitalis,Salah kah kalau Gayus tambunan kasus Perpajakan Membela para Konglemerat di Negeri ini ?!!.

(menghapus/mengecilkan dalam pembayaran SPT/SSP NYA.)

Agar Kecil pembayaran Pajak nya pada negeri ini,Karena pemerintah sendiri juga Kapitalis tapi gak jelas.

Jadi saya mengangap kejadian Gayus tambuna suatu pelajaran serius untuk Pemerintah,tapi ternyata Pemerintah sendiri hari semakin hari tidak bisa memperbaiki kinerja nya.

Dan ternyata Pemerintah belum sepenuh nya membangun kedaherahan nya demi rakyat nya.

Yang kita hadapi sekarang Pemerintah dapat berapa,rakyat dapat berapa.

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: