Maaf……..

10 11 2011

~~~~~~~~MA’AF~~~~~~~~~
Tiap jejak yang habis aku tempati dengan segumul pantat ini,
jubin yang berdebu ku tingal kan sejumput kata~kata”Maaf”
debu debu itu menutup lagi kata-kata yang bernada merajuk ,
Maaf yang lima menit lalu ku tingal pergi.
~~~~~~~MA’AF~~~~~~~~~~
Malam ini tebar kan aroma anyir hati yang begitu dahsat merasuk dalam sanubari ku.
lagi-lagi ku tingal kata-kata itu di pematang hati ku yang sembab dan berdebu dengan aksara Maaf…

~~~~~~~~MA’AF~~~~~~~~~~
Ku tapaki tiap jengkal aspal di gelap nya jalan layang,
Ku robek asa yang telah terpotong-potong,
dan ku tingal kan lagi dalam pusara hati ini dengan kata-kata Maaf…
~~~~~~~~~MA’AF~~~~~~~~~~
Bintang-bintang itu mengintip di balik perkasa nya besi-besi yang berkarat ditengah kota,
bintang itu menepel bergelantungan di kaki-kaki langit,
selalu menengadah kan sebuah belas kasihan pada sang rembulan,
agar sudi rela bertelanjang di ketiak sang bintang,
Dengan lenguhan yang sangat sahdu dengan irama merajuk menyayat hati sang rembulan,
Maaf kan lah aku bulan,aku belum bisa bahagia kan mu,dan membawa mu ke puncak langit ke tuju….
~~~~~~~~~~~MA’AF~~~~~~~~~~
Telah mampu mengalah kan segala-gala nya,
walau,jerit merintih dan kesakitan nya harus terbungkam dan merunduk di ketiak.
melupakan apa yang telah,
di rampas nya,
di sobek-sobek ,
di tampar batin nya,
di injak-injak,
di ikat tangan dan kaki nya,
di sumpal mulut nya,
hanya demi sebuah nafsu ayam,
ketika malam sunah rosull telah tiba.

~~~MA’AF~~~
Begitu perkasa…
begitu santun…
begitu welas..
dan begitu mengoyak hati,
yang ber abad-abad disiksa,di rajam,dan di ludahi laksana anjing jalanan,
luruh bersimpuh di hadapan nya dengan kata-kata MA’AF kan aku.

~~~MA’AF~~~
Melebihi kasih nya tuhan yang maha pengampun..
~~~MA’AF ~~~
Melebihi nafsu yang lama mengumpal tak terbendung,
meledak kan ,meluluh lantakan sendi-sendi peradaban hati.
~~~MA’AF ~~~
Melebihi sejuk nya embun pagi parahyangan.

~~~MA’AF~~~
Malam kian beranjak di tengah kota parayangan,
ku tengadah kan,kutatap dengan seksama lagit parahyangan,
menghampar biru laksana permadani istana sang raja.
angan ku melukis segumpal awan menjadi kata-kata Maaf kan aku TUHAN.
~~~~~~~~~~~~~~~~~MA’AF~~~~~~~~~~~~~

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: