Lima hari

10 11 2011

LIMA HARI.
Telah beredar dari pusara hari,dan waktu nya..
Ku masih di sudut di ruang yang pengap ini,bersama maya.
Walau telah ku rantai imajinasi yang beronak,
Agar tak bermimpi kelak,sebelum tanak cita dan cintamu kelak.
aku tak ber angan-angan bayang yang tak pasti,
dan hati kecil ku meredam gejolak hati sendiri,
namun sukma mu terasa tetap dan terus Mendekati jiwa,hati, yang kosong ini..

LIMA HARI.
Senyum mu terus mengikuti ku..
Mata mu terus mengawal ku,
Dan ciuman malam itu terasa sahdu,
Walau kita mencuri waktu yang sesingkat itu..
Dan bila hati ini mengingat malam itu,
Terasa tergiang manjamu,
Rayu mu dan harapan untuk ku kelak bersama mu,
Aku makin lupa berapa umur kita untuk Menjamu hidangan itu.
Dan akan kah semua itu terjadi di hari tua ku…
Jiwaku berkata,
yang tahu Rokib dan Atid ku…

LIMA HARI.
Hari ini ku berduduk sendiri semenjak petang,
di atas hati yang gersang…
Ku tunggui sukma mu di pematang hati rindu ku yang jalang,
Ketika dedaunan itu mulai berdebu usang,dan tak serindang dulu kala ,
Dan kini di rajam para ulat-ulat yang liar dan Jalang hinga Berbatang-batang.
Dan kini batang dan dahan nya pun rapuh dan usang..
Namun rasa ku tak akan seperti itu.

LIMA HARI.
Tungku dan jelanga siang menghibur pori dan Hati ku yang resah,
Terasa anyir dan mendesah ,
Rasa ku tak akan goyah walau engkau tiap pagi terbasah-basah.
Walau kini kau tanam kan rasa resah ,
Sampai hinga hati tak berbentuk dan berwajah,
Namun ku tetap Berziarah di taman hati dan jiwa ku yang selalu gundah,
Aku tetap ,tak akan goyah untuk setia hinga jadi tanah.

LIMA HARI
Telah berlalu,
Senyumu tetap mengangu ku.
Dan aku tak bisa melupakan dan membenci mu,
Walau engkau terus membantu untuk itu,agar Aku menghilang dan jauh dari mu..
Aku tetap membatu walau hati ini berdebu….

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: