Darah putih

10 11 2011

Senyap sang malam bersama bunga rampai nya,
Membasuh segala peluh anak adam hawa,
Tarian-tarian sahdu mengeliat di pojok-pojok kota..
Lahar panas darah putih mengelepar menerjang,setiap rerimbunan..
Bebatuan dahaga yang menyumpal rasa yang terpendam,
Ter ejakulasi bersama rasa tanpa cinta…

Setiap detik tarian erotis nya hasilkan sebuah Senandung simponi andrenalin lara jiwa,
dan gaya metrosexsual jadi simbol Borjuisme..

Malam ini sayap-sayap itu,
Kupu-kupu dan burung hantu menari ke langit sampai puncak ke tuju.
Menari-menari dengan tatapan liar nya..
Desahan merana nya lancipkan otak yang Tumpul,
Menjerit,
Merintih,
Melenguh,
Bersatu dengan sang bayu yang sedang Penetrasi malam nya.

Simpul-simpul otak nya yang mulai di makan belatung,
Nyanyian dan tarian nya telah usai bergemuruh mengendali kan,
Jiwa nya yang hampa..
Emosi dalam jiwa nya,terasa pongah arungi Dunia,
Koruptor yang jadi incaran pun terlupakan.
dan kebobrokan Moral tak terhiraukan dengan senyum manis nya.

Senyum nya laksana candu,yang bergelayut di kala petang,
Senyum gincu yang ranum itu menjalar di tiap Pub-pub.
Rayu nya patah kan rasa Nasionalisme nya yang Terdogma dan Terdoktrin,
semua itu musnah…

Darah putih, bagai sahwat anak Jalanan yang maha Agung,
Semua di halal kan demi Darah putih,
Darah putih itu mengelepar membasahi rahim-rahim para penjual gincu,
yang lupa rumah nya, dan tempat nya.

Moral dan Tuhan pun terlupakan, Demi darah putih..

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: