Secangkir kopi kothok,bersama orang-orang desa..(BERMAIN DI BASIS LAWAN)

6 11 2011

Dalam pagi yang masih dingin ,ku pacu sepeda ku yang sudah tua dan sedikit malas,kulihat tiap sekeliling jalan,dan ternyata selama 4 tahun aku tinggal ternyata masih tidak ada perubahan sama sekali.
Masyarakat mayangrejo kalitidu,hanya jalan nya saja yang sedikit berubah berpaving,tapi sudah bergelombang dan sudah pada hancur.
Seperti biasa bila aku berkunjung ke desa itu,warga sangat akrab hangat bersahaja.
Beberapa teman-teman,orang tua,ibu-ibu menyapa penuh kerinduan,maklum bagaimana pun saya kelahiran desa itu.
Selama ini tempat sentral ku untuk membedah isu pemerintahan adalah di warung.
Walau toh banyak yang banyak argumen mereka terpatah kan ,karena dia pun hanya katanya.

Rata-rata mereka yang ingin bermain di desa selalu membawa berita yang sedikit tidak ber imbang(demi kepentingan pembawa isu).
Karena yang merasa ulah nya berpolitik di desa terbaca ,maka banyak juga risih dengan ke hadiran ku,orang yang biasa orang di politikin jadi tahu maka jadi semangat kembali untuk membalas kecurangan nya dengan cara mereka sendiri yang tanpa saya komando,kadang kalau dia mentok baru minta pendapat dan solusi saya.
Dan pagi ini secangkir kopi hangat jadi bahan joke-joke kerinduan yang segar,dan ada sih yang sedikit curiga dan was-was apa yang akan saya lakukan lagi di desa ini (bagi orang yang duduk di pemerintahan).
Tanpa terasa aku telah duduk di warung kopi yang bergaya rumah jawa ,los tanpa sekat,hanya dipan dari bambu ku nikmati secangkir kopi yang baru di hantar kan tuan rumah.
Dan tiba-tiba datang rokok satu bungkus dan kopi baru + daging satu kantong plastik’,si tuan rumah bilang titipan dari bang haji N.
Aku kaget dan dikit heran,dan orang-orang yang ngopi bersama ku juga heran,padahal kalau dalam berpandangan politik tingkat desa kami berbeda dengan bang haji N,tapi dalam hal berteman kok baik.
Langsung aku buka sebungkus rokok itu dan ku berikan pada mereka sebagai teman ngobrol ber sama, langsung ku buka dengan joke-joke slengekan ku,dan sesekali ku selipkan sedikit bahasa yang serius.
Bercanda sesama teman itu hukum nya wajib,dan kita juga wajib hormat menghormati,walau kita di bawah mereka, tapi soal prinsip kita wajib punya prinsip ujar ku pada mereka.
Dan soal pilih memilih kita wajib kembali pada prinsip dan nurani,dan aku ambilkan contoh tempo dulu,(walau aku belum lahir,tapi itu ternyata di betulkan orang tua).
Dan ku ambilkan contoh saat pilkada tahun lalu ,ketika kita sibuk bermusuhan mendukung A,dan kamu mendukung B ternyata semua itu karena si C yang menghasut kita.
Padahal si A dan si B telah keluarkan banyak meterieal dan moril nya buat desa kita,tapi kenapa kita hanya di suguhin isu “kapal keruk dan kucing garong” kita goyah,dan memburu uang yang gak begitu jelas.
Dan bila sekarang terjadi seperti ini anda mau nyalahkan saya,keluarga anda,atau anda ingin bunuh diri saja ?inilah yang sering dulu saya katakan di warung kita salah memilih maka kita akan sengsara lima tahun,ini hasilnya .
Dan tanpa terasa mereka sangat menyadari itu semua.
Ternyata momen suksesi ganti pimpinan sangat di nanti,dan kulihat dari raut muka yang penuh gelisah dan bosan pada himpitan seakan segera ingin di akhiri saja periode ini.
Dan aku sudahi pertemuan itu dengan isu yang membuat mereka akan terus berpikir,dan yang kira-kira jawaban itu akan di temukan masyarakat itu sendiri ,dan nanti dia akan juga dapat berita yang kiranya bukan isu lagi buat mereka.

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: