SATPOL PP menganas lagi.

5 11 2011

Sependar pagi ini ternyata pegawai negeri yang berseragam coklat (Satpol PP) sangat giat banget bekerja.
Dari alun-alun sampai pangsut dan berputar diponegoro,Gajah mada ,Basuki rahmad dan,belok ke T. umar di sisir habis dan bila ada yang masih jualan di beritahukan maka segera lekas menutup lapak nya,dan bila jualan siang maka peralatan nya segera di bawa pulang.
Bila jualan malam pedagang di harapkan segera tutup sepagi mungkin dan jangan sampai siang.
Setiap menyusuri jalan Satpol pp tak segan-segan juga mengambil membredel spanduk yang tidak teratur/maupun izin nya yang habis.
Dan saya (penulis) kembali ke jalan hasyim ashari,karena sang penulis tahu sepertinya Satpol pp membawa sesuatu dari PKL.
PKL yang biasa jualan di depan rumah sakit aisyah itu mengatakan, “akhir-akhir ini satpol pp mulai ganas lagi mas,tadi saya di peringatkan ngak boleh jualan terlalu siang dan padahal saya kan jualan nya hanya 3 jam mas,dari jam 4 sampai jam 7 dan itu katanya udah jadi kesapakatan mas.”ujar nya penuh kasian.
Dan yang di bawa tadi sebuah kursi saya mas,saya di suruh menghadap yaaahhh biar bapaknya saja yang mengambil nanti tambah nya.
Tapi pembaca juga perlu ketahui ternyata jualan di sepanjang jl.hasim ashari ini sudah jadi kesapakatn PKL dan Satpol pp,dengan regulasi jam yang di batasi .
Dan tidak boleh di trotoar bila siang hari,boleh jualan asal jangan melangar jam,dan ketentuan yang sudah di sepakati bersama itu sering saya sampaikan, ujar salah satu satpoll pp yang ngak mau di sebut nama nya.
walau touh kita peringat kan tertulis maupun lisan juga, masih ada PKL yang melanggar, padahal kalau saya mengikuti secara aturan perda PKL itu sudah saya tertibkan,tapi anda lihat sendiri kan.menurut sumber dari Satpol pp yang Penulis temui.
Dan ketika penulis tentang singung masalah pemberdayaan PKL selam ini,..oohhh itu bukan tugas dan wewenang saya mas .ujar nya.

Dari hasil sorvey penulis beberapa hari ini di PKL Yang penulis kenal,dengan model persimpul PKL di tiap-tiap wilayah.
Ternyata populasi nya PKL Bojonegoro dari tahun ke tahun Makin menurun,dan tiap persimpul dan wilayah banyak di isi wajah- wajah PKL baru, ketika penulis bertanya Ketua simpul rumah sakit,dan simpul alun-alun,dan ahmad yani mengatakan rata-rata yang wajah baru semua.
Ada yang dari ,Lamongan,Madura,Solo,dan daerah kecamatan luar kota Bojonegoro.
Tahun 2004 jumlah PKL di sekitar dalam kota Bojonegoro ada sekitar 560 PKL,dalam tahun ini ada penurunan sekitar 50 % lebih.
dan 50 % itu pun yang asli warga Bojonegoro sekitar 35 % dan yang 15 % masyarakat luar daerah.

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: