DARAH ITU MENGALIR LAGI.

1 11 2011

DARAH….
Darah itu mengalir deras lagai di kaki -kaki lima,
Pengajar,
Sang Ustadz,
Dan para kaum yang terpapa kan,bagai banjir bandang yang menghantam..
Pabrik-pabrik,
Pematang sawah,
Tukang kaki lima,
Pengajar ngaji,
Pengajar anak-anak sekolah..
Dan riak-riak sang penguasa seakan menafikan kekuatan darah itu.

Senyum sinis dan bergumam dalam hati “kamu bisa apa,apa yang akan kau lakukan”

Jadi penjaga hati sang penguasa.

DARAH……
Tiap jengkal tanah bangunan itu, semua berwarna merah..
Tiap pejalan kaki menutup hidung dan mata,dan telinga…
Ketika melihat comberan Darah itu terus mengalir di tiap jengkal tanah..

Tuan-tuan pejabat yang berseragam coklat,

Mengambil Semangkuk,
Segelas,
Sekantong,
Dan sepiring darah buat perjamuan malam bersama kawan-kawan…

DARAH….
Terus mengenangi tiap-tiap jengkal Selangkangan nya Ibu pertiwi…
Terus mengaliri di Selangkangan,para..
Kaum-kaum yang tidak bisa beli pembalut,
Terus mengaliri dan terus jadi jamuan malam para iblis peminum darah.

Dan tanah-tanah itu meringis,berwajah merah seperti api..

Namun anyir Darah itu melekat dan..

Tiap seragam coklat menjingjing sekopor untuk tempat Darah..

Buat perjamuan nanti malam bersama kawan-kawan.
DARAH…
Berhentilah…
Berhentilah…
Mampetlah….
Dan mampet lah…..

Iklan

Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: